
Kabupaten Jayapura – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua turut berpartisipasi dalam kegiatan launching Yayasan Onomi Aspire Papua yang dirangkaikan dengan pelayanan pencatatan Hak Cipta dan Merek. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di Grand Hotel Cartens, Kabupaten Jayapura.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pelaku UMKM dan pelaku seni dari Kabupaten dan Kota Jayapura, perwakilan Kanwil Kemenkum Papua, instansi terkait seperti Kantor Pajak dan BPJS Kesehatan, serta narasumber dari sektor perbankan. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk sinergi dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual di Papua.
Dalam sambutannya, Cicilia Novani Mehue menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenkum Papua yang telah memenuhi undangan dan memberikan edukasi serta pelayanan pendaftaran Hak Cipta dan Merek kepada para peserta. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena para pelaku UMKM dan seni dapat memahami langsung pentingnya perlindungan kekayaan intelektual sebelum mengajukan permohonan pendaftaran.
“Setelah mereka memahami, barulah diarahkan untuk menyiapkan dokumen yang lengkap agar dapat diproses lebih lanjut oleh Kanwil Kemenkum Papua,” ujarnya.
Ketua Yayasan Onomi Aspire Papua juga menyampaikan komitmennya dalam membantu pengembangan usaha masyarakat. Ia menegaskan bahwa produk UMKM yang telah memiliki merek yang jelas dan terlindungi akan dipromosikan hingga ke pasar internasional, khususnya melalui jaringan kerja sama di Amerika dan Kanada.
Lebih lanjut, pihak yayasan berharap dapat terus berkolaborasi dengan Kanwil Kemenkum Papua, baik dalam bentuk edukasi, konsultasi, maupun pelayanan terkait kekayaan intelektual guna mendukung program kerja yayasan dalam memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dan inovatif.
Yayasan Onomi Aspire Papua sendiri telah menjalin kerja sama (MoU) dengan mitra di Amerika dan Kanada yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk-produk asli Papua. Keunikan dan kualitas hasil olahan masyarakat, mulai dari proses hingga produk akhir, menjadi daya tarik tersendiri untuk dipasarkan hingga ke tingkat global.
Sementara itu, Yakobus Mebri selaku Penelaah Teknis Kebijakan yang mewakili Kanwil Kemenkum Papua menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Kantor Wilayah karena adanya agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. Ia berharap kehadiran tim Kanwil dapat memberikan dampak positif dalam mendorong pelaku UMKM dan seniman untuk segera menyiapkan persyaratan pendaftaran kekayaan intelektual.
Adapun dokumen yang perlu disiapkan antara lain nama usaha, KTP pemohon, serta contoh ciptaan seperti lagu, motif batik, ukiran, buku, dan karya lainnya. Untuk pendaftaran merek, diperlukan logo atau gambar sebagai identitas brand, formulir permohonan, serta kelengkapan administrasi lainnya.
Perwakilan dari pihak perbankan juga menyampaikan dukungannya dalam pengembangan UMKM, khususnya melalui kemudahan layanan transaksi digital seperti QRIS dan dukungan pengolahan produk lokal. Mereka juga telah melakukan pendampingan kepada masyarakat di Kampung Simporo, Babrongko, dan Yoboy di kawasan Danau Sentani dalam mengolah sagu menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti tepung sagu, beras sagu, kue kering, es krim sagu, hingga mie sagu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Yayasan Onomi Aspire Papua dapat terus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan turun langsung ke kampung-kampung, mengidentifikasi potensi lokal, serta mengajak masyarakat untuk mengelola sumber daya alam secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan bersama.

=============================
Transformasi Budaya Kerja
Hemat Energi
=============================
©2026
Tim Komunikasi Publik dan TI
Kanwil Kemenkum Papua
#NyamanBersama
#KitaMulaiCaraBaru
#KemenkumPapua #KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah
