
Jayapura - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua Anthonius M. Ayorbaba hadir sebagai narasumber dalam Forum Diskusi Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua pada Selasa (05/05/26) bertempat di Hotel Horison Kotaraja. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIT tersebut mengusung tema “Sinergitas Pengusaha Muda Papua untuk Indonesia Emas 2045.”
Kehadiran Kakanwil Kemenkum Papua dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda dalam membangun fondasi ekonomi daerah yang kokoh, inklusif, dan berdaya saing.
Dalam paparannya, Kakanwil menegaskan bahwa pengusaha muda Papua memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal sekaligus agen transformasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, dunia usaha tidak hanya membutuhkan kreativitas dan keberanian berinovasi, tetapi juga pemahaman terhadap aspek hukum dalam menjalankan usaha.
Ia menekankan pentingnya kesadaran hukum bagi para pelaku usaha, mulai dari legalitas usaha, perlindungan kekayaan intelektual, pendaftaran merek, hak cipta, hingga pemanfaatan sistem digital dalam pengembangan bisnis. Melalui perlindungan kekayaan intelektual, produk-produk lokal Papua diharapkan dapat memiliki nilai tambah, daya saing yang lebih kuat, serta peluang investasi yang lebih luas.
“Pengusaha muda Papua harus mampu melindungi karya, produk, dan inovasinya melalui pendaftaran kekayaan intelektual. Dengan adanya perlindungan hukum, produk lokal tidak hanya aman secara legal, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kakanwil juga menyampaikan bahwa Kementerian Hukum terus mendorong kemudahan layanan hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha, termasuk layanan pendaftaran badan usaha, merek, dan hak cipta. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum serta mendukung peningkatan daya saing pengusaha muda di Papua.
Selain Kakanwil Kementerian Hukum Papua, forum tersebut juga menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia yang memaparkan peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Bank Indonesia disebut memiliki peran penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan moneter, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, literasi keuangan, serta dukungan terhadap UMKM dan digitalisasi ekonomi.
Narasumber lainnya, yang merupakan pengusaha sekaligus senior BPD HIPMI Papua, turut membagikan pengalaman praktis dalam membangun dan mengembangkan usaha di Papua. Ia menyoroti pentingnya mentalitas kewirausahaan, jejaring bisnis, serta keberanian berinovasi dalam memanfaatkan potensi lokal, seperti sagu, perikanan, dan produk kreatif khas Papua.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung antusias. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait berbagai isu, mulai dari akses permodalan, strategi pemasaran produk lokal, pengembangan usaha, hingga perlindungan hukum bagi pelaku usaha.
Melalui forum ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, HIPMI, dan para pengusaha muda Papua semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan menggabungkan aspek regulasi, stabilitas ekonomi, dan pengalaman praktis dunia usaha, pengusaha muda Papua diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.


=============================
Transformasi Budaya Kerja
Hemat Energi
=============================
©2026
Tim Komunikasi Publik dan TI
Kanwil Kemenkum Papua
#NyamanBersama
#KitaMulaiCaraBaru
#KemenkumPapua #KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah
