
Jayapura – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua melalui Bidang Kekayaan Intelektual turut berpartisipasi dalam kegiatan Festival UMKM June Champion Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM, dan Transmigrasi Provinsi Papua di Terminal II Entrop, Jayapura, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemberian informasi dan edukasi terkait legalitas usaha, keamanan produk, serta perlindungan Kekayaan Intelektual. Festival tersebut diikuti oleh berbagai pelaku UMKM yang antusias mendapatkan pemahaman mengenai aspek hukum dan administrasi yang mendukung pengembangan usaha mereka.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius M. Ayorbaba, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi mengenai pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual, khususnya merek bagi pelaku UMKM. Dalam paparannya, Kakanwil menjelaskan bahwa merek merupakan identitas usaha yang memiliki peran penting dalam membedakan produk maupun jasa yang dihasilkan oleh pelaku usaha dengan produk atau jasa milik pihak lain.
Menurutnya, selain berfungsi sebagai sarana promosi dan pemasaran, merek yang telah terdaftar juga memberikan perlindungan hukum kepada pemiliknya serta mampu meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu memahami pentingnya mendaftarkan merek sebagai bentuk perlindungan terhadap aset usaha yang dimiliki.
Kakanwil juga memaparkan berbagai manfaat pendaftaran merek, prosedur pengajuan permohonan, serta persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses pendaftaran. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pengecekan merek sebelum mengajukan permohonan pendaftaran guna menghindari adanya persamaan dengan merek yang telah terdaftar sebelumnya.
Tidak hanya membahas Kekayaan Intelektual, Anthonius M. Ayorbaba juga menjelaskan mengenai Perseroan Perorangan, mulai dari sistematika pembentukan hingga persyaratan pendaftarannya. Materi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam memilih bentuk badan usaha yang sesuai serta memperoleh legalitas usaha yang lebih kuat.
Dalam kegiatan yang sama, peserta juga menerima materi mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB) yang disampaikan oleh perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Papua. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Jayapura juga turut memberikan materi terkait Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) guna meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai standar keamanan dan kelayakan produk pangan.
Melalui kegiatan Festival UMKM June Champion Fest 2026 ini, diharapkan para pelaku UMKM di Provinsi Papua semakin memahami pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual, khususnya merek, serta terdorong untuk melengkapi berbagai aspek legalitas usaha. Dengan demikian, UMKM Papua dapat meningkatkan daya saing, memperluas peluang pasar, dan menjaga minat usaha secara berkelanjutan di masa mendatang.

==============
Transformasi Budaya Kerja
Hemat Energi
==============
©2026
Tim Komunikasi Publik dan TI
Kanwil Kemenkum Papua
#NyamanBersama
#KitaMulaiCaraBaru
#KemenkumPapua #KementerianHukum #pelayananhukummakinmudah
