HUMAS PAPUA INFO – Kanwil Kemenkum Papua, Kanwil Ditjen Imigrasi, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan, dan Perwakilan Kanwil Kementerian HAM Papua Barat menggabungkan langkah dalam Ibadah Natal Persekutuan Oikumene yang penuh makna, dengan tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Mat. 1:21-24)" dan subtema "Melalui Natal Persekutuan Oikumene, kita wujudkan Kepedulian dan Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat di Tanah Papua". Acara yang juga dirangkaikan dengan sukacita menyambut Tahun Baru 2026 ini tidak hanya menjadi momen spiritual yang dihiasi pujian-pujian luar biasa, tetapi juga titik tolak kerja sama nyata antar lembaga dalam melayani masyarakat.
Suasana haru dan penuh sukacita terpancar dari setiap lagu pujian yang dinyanyikan bersama peserta keempat kanwil, juga oleh Pujian terbaik dari Trio Cartenz dengan pujian yang memukai, Kaonak Acustik yang mengisi dengan lantunan lagu gereja berbahasa daerah Papua, Paduan Suara Kanwil Kemenkum Papua, Persembahan lagu dari Balai Pemasyarakatan Kelas II Jayapura, Konak Akuistik, Trio Swat, Trio Carstensz, Sonya Bara, serta pemain keyboard yang luar biasa—semua mengangkat nada syukur atas kehadiran Allah dalam keluarga dan komunitas Papua. Dalam pembukaan, Pastor John Bunay, Pr, dengan gaya lugas dan mendalam, mengutip ayat inti Matius 1:21—"Dia akan diberi nama Yesus, karena Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka"—yang diartikan secara kontekstual: kehadiran Allah bukan hanya pesan spiritual, tetapi panggilan menjaga keharmonisan keluarga dan komunitas Papua sebagai unit saling mendukung.
"Jadi kasih Allah hadir, Yesus hadir di malam yang kudus. Supaya apa? Reinstall ulang? Kau lihat saya? Kau lihat Bapa? Reinstall ulang cara melihat? Reinstall ulang pemikiran, kau dengar saya? Kau dengar Bapa. Kau dalam Saya, Saya dalam kau, kau bersama saya adalah Bapa. Amin," tegas Pastor John dalam ceramahnya. Ia menjelaskan bahwa Firman Allah yang adalah Roh menjadi daging dalam Yesus untuk menyelamatkan manusia berdosa. "Begitu besar kasih Allah untuk mengembalikan citra-Nya ke dalam diri manusia. Tidak bisa rasul, tidak bisa nabi, tidak bisa siapapun, hanya oleh Anak Allah Yesus namanya yang dapat menyembuhkan dan memulihkan," tambahnya, diselingi suara pujian yang kembali menyala.
Pastor John juga menyampaikan cerita pribadi tentang kepedulian: "Perbuatan kasih : saya senang sekali Kakanwil Papua kirim saya 1 video, tentang bantuan ke Humania, kami sudah tahu di Natal pasti bapak datang lagi. Tuhan Menaruh kami di hati Bapak Kakanwil. Terima kasih banyak kementerian kalian berbuat sesuatu, meninggalkan tanda, meninggalkan untuk orang yang membutuhkan, kalian menemukan Kristus. Kita menjadi lilin kecil saja dalam hati orang, mereka akan ingat kita. Amin, Tuhan mengasihi kita. Itu bukan soal bicara atau pikir; Aku datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Ketika Aku lapar, engkau beri makan; ketika Aku haus, engkau beri Aku minum; ketika Aku telanjang, engkau beri Aku pakaian," ujarnya, mengutip ajaran Yesus. Ia menyebutkan Yayasan Tuna Netra Humania di Polimak 2 Kota Jayapura yang membutuhkan kanopi dan pendopo sebagai bukti kebutuhan para tuna netra yang harus ditanggapi.
Dalam bagian ceramah mendalam, Pastor John mengajak merenungkan kelahiran Yesus di tempat sederhana: "Mother Theresa dari Kalkuta bilang kalau engkau membawa persembahan pergi ke palungan, tidak usah engkau berpikir tentang 5.000 atau berapa ribu yang ada di kantongmu. Tapi waktu engkau angkat keluar dan engkau bawa ke persembahan, sebelum engkau taruh persembahan, tanya pada bayi kecil itu: 'Kenapa kau tinggalkan surga dan lahir di kandang hina, dibungkus dengan kain lapin? Di sana tidak ada rumah sakit kah? Di sana tidak ada bidan desa yang bisa tolong engkau?' Bayi kecil itu tersenyum dan bilang: 'Kalau Aku tidak lahir di tempat yang terhina, engkau tidak akan pernah tahu jalan ke surga.' Itulah sebabnya Yesus bilang: 'Aku lahir jalan, kebenaran, dan hidup; akan jemput bersama—Dialah,'" jelasnya, dengan suasana semakin dalam seiring pujian merdu.
Pastor John menekankan pentingnya menyimpan Firman Allah dalam hati: "Nanti Firman yang sesungguhnya akan datang. Paling kurang lihat tanda-tanda zaman yang terjadi sekarang : bencana di mana-mana, semua tidak ada sesuatu yang bisa dipegang. Hari ini yang bisa dipegang hanya Firman. Firman yang bisa dipegang. Maka di rumah engkau baca, renungkan Firman ini dengan baik-baik; jangan nanti ada di ruang ICU begini baru taruh Alkitab di kepalamu. Hari ini baca Kitab Suci; renungkan Firman, simpan di dalam hati. Hanya Firman saja yang bisa melihat mukjizat. Amin," katanya. Ia juga mengingatkan: "Alkitab ini akan hilang pada waktunya, dan kita tidak bisa mengandalkan handphone atau sinyal, selain nama Yesus, nama yang berkuasa di langit dan di bumi, pengampunan bagi yang percaya padanya."
Ketua Panitia Natal, Victor Lucky Maturbongs (juga Kabag Tata Usaha dan Umum), menegaskan dalam laporan pembukaan bahwa semangat oikumene tercermin kuat dalam kerja sama keempat kanwil: "Kita tidak hanya berkumpul untuk beribadah dan menyanyikan pujian, tetapi juga untuk menyatukan visi: menjadikan pelayanan sebagai wujud kasih yang sesuai dengan ajaran Natal," ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkum Papua, Anthonius M. Ayorbaba, menegaskan para peserta sepakat menerjemahkan inspirasi kelahiran Yesus dan semangat pujian menjadi aksi nyata: membantu masyarakat membutuhkan, memperbaiki akses layanan publik, dan menjaga keadilan di tanah Papua. Bukti kepedulian adalah bantuan keempat kanwil untuk Yayasan Tuna Netra Humania, yang akan digunakan membangun kanopi dan pendopo bagi para tuna netra.
"Kelahiran Yesus mengajak kita untuk menjadikan pelayanan sebagai bentuk kepedulian," ujar Anthonius M. Ayorbaba. "Dengan kerja sama antar kanwil, kita harapkan keluarga dan masyarakat Papua merasa dilindungi, didukung, dan diselamatkan dari berbagai tantangan yang mereka hadapi."
Ketua Oikumene, Ruben K Samai, berharap ibadah yang diisi pujian luar biasa menjadi titik awal program kolaboratif pelayanan masyarakat di tahun mendatang: "Kita berharap sinergi ini terus berlanjut, tidak hanya pada saat Natal, tetapi sepanjang tahun untuk kesejahteraan masyarakat Papua," tutupnya. (***)
LAPORAN TIM HUMAS KANWIL KEMENKUM PAPUA
Twitter : @kanwilpapua
IG. : humaskemenkumpapua
FB : Humas Kemenkum RI