HUMAS PAPUA INFO – Suasana kebersamaan dan toleransi yang erat menghiasi momen malam Natal setelah ibadah persekutuan oikumene keempat kanwil di Papua. Setelah acara ibadah selesai berlangsung, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kanwil Kemenkum Papua, Kanwil Ditjen Imigrasi, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan, serta Perwakilan Kanwil Kementerian HAM Papua Barat—termasuk pejabat dan pekerja yang beragama Islam—bergabung penuh semangat untuk merayakan Natal bersama, menjadi bukti nyata keharmonisan beragama di tanah Papua.
Acara Malam Natal dan sambut Tahun Baru digelar di Aula Utama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Jln. Raya Abelura Nomor 37 Kota Raja, Kota Jayapura Papua, dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban.
Acara yang mengambil tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Mat. 1:21-24)" tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Kristen, tetapi juga kesempatan emas untuk memperkuat tali silaturahmi antarumat beragama. Pejabat muslim yang hadir menyampaikan ucapan selamat Natal yang hangat, bahkan turut serta aktif dalam acara makan bersama dan hiburan yang diselenggarakan setelah ibadah.
"Kita berbeda agama, tetapi satu dalam semangat persatuan dan cinta tanah air," ujar salah satu Pejabat Muslim dari Kanwil Ditjen Imigrasi Papua. "Natal adalah momen kebahagiaan bagi saudara-saudara kita Kristen, dan bagi kita, menjadi bagian dari perayaan ini adalah bentuk penghormatan dan bukti bahwa kita satu keluarga besar di Papua."
Sebelumnya, ibadah persekutuan telah diisi dengan pujian merdu dari berbagai grup musik berbakat, antara lain Trio Cartenz dengan performa memukau, Kaonak Acustik yang menghadirkan lantunan lagu gereja berbahasa daerah Papua yang penuh makna, Paduan Suara Kanwil Kemenkum Papua dengan harmoni yang merdu, serta persembahan khusus dari Balai Pemasyarakatan Kelas II Jayapura. Selain itu, Kakanwil Kemenkum Papua, Anthonius M. Ayorbaba, juga menyerahkan persembahan konkret untuk Yayasan Tuna Netra Humania di Polimak II, yang akan digunakan untuk membangun kanopi dan pondasi rumah tinggal para tuna netra.
Kakanwil Anthonius M. Ayorbaba menyambut baik kehadiran rekan-rekan beragama Islam dalam merayakan Natal. "Toleransi yang kita tunjukkan hari ini adalah contoh nyata bagi seluruh masyarakat Papua," ujarnya. "Kelahiran Yesus mengajarkan kita tentang cinta dan persatuan, dan ini terwujud dalam bagaimana kita semua bisa berdampingan dengan damai dan penuh kasih."
Ketua Panitia Natal, Victor Lucky Maturbongs, menambahkan bahwa semangat oikumene yang dijunjung tinggi dalam acara ini tidak hanya mencakup persatuan antarumat Kristen, tetapi juga seluruh elemen masyarakat tanpa memandang agama. "Kita membuktikan bahwa di Papua, perbedaan bukanlah halangan, melainkan kekuatan yang membuat kita semakin kuat bersama," katanya.
Suasana meriah dan penuh kehangatan terasa hingga akhir acara, dengan semua peserta—baik Kristen maupun Muslim—bersama-sama menikmati hidangan khas Natal, berbagi cerita sehari-hari, dan bahkan bersama-sama menyanyikan lagu-lagu kebangsaan serta lagu perjuangan yang menjadi bagian dari identitas bersama masyarakat Papua.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Slamet Iman Santoso, para Kepala UPT Kanwil Ditjen Pemasyarakatan dan Kanwil Ditjen Imigrasi, serta seluruh ASN JFT dan JFU yang beragama Muslim yang dengan senang hati merasakan sukacita Natal bersama rekan-rekan mereka. (***)
LAPORAN TIM HUMAS KANWIL KEMENKUM PAPUA
Twitter : @kanwilpapua
IG. : humaskemenkumpapua
FB : Humas Kemenkum RI