Kabar Kantor Wilayah

Indeks Berita Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI

Featured

Festival Colo Sagu 2026 Resmi Dibuka Gubernur Papua, Sagu Didorong Jadi Pilar Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi

WhatsApp_Image_2026-06-19_at_21.28.04_1.jpeg

Jayapura – Festival Colo Sagu Papua Tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H., di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Kota Jayapura, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi momentum pelestarian dan penguatan peran sagu sebagai identitas budaya serta sumber ketahanan pangan masyarakat Papua.

Festival tahunan tersebut diinisiasi oleh Founder Yayasan Colo Sagu yang juga Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, bersama Co-Founder Michael Jhon Yarisetouw

Mengusung tema "Sagu Menghidupi: Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi”, Festival Colo Sagu 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong sagu sebagai kekuatan ekonomi lokal dan fondasi ketahanan pangan di Papua.

Dalam laporannya, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen menegaskan bahwa sagu memiliki nilai strategis yang jauh melampaui fungsi sebagai pangan tradisional. Menurutnya, sagu merupakan identitas masyarakat Papua yang harus terus dijaga keberadaannya di tengah perkembangan pembangunan dan perubahan tata guna lahan.

“Sagu adalah kita. Sagu penting bagi kehidupan dan memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Festival Colo Sagu merupakan bentuk kepedulian bersama agar masyarakat tidak melupakan sagu sebagai warisan budaya dan sumber kehidupan masyarakat Papua.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong perhatian berbagai pihak untuk terus menjaga keberlangsungan ketahanan pangan lokal dan meningkatkan nilai ekonominya,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk menjadikan sagu sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui perlindungan kawasan sagu, pemberdayaan masyarakat adat, serta pengembangan produk turunannya.

Menurut Gubernur, sagu memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar bahan pangan tradisional.

“Bagi orang Papua, sagu bukan sekadar bahan pangan. Sagu adalah identitas, sejarah, dan bagian dari perjalanan hidup masyarakat adat yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa di balik hamparan hutan sagu tersimpan nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua selama berabad-abad.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa pembahasan mengenai sagu sesungguhnya merupakan pembahasan tentang masa depan Papua, mencakup aspek ketahanan pangan, perlindungan ekosistem, pemberdayaan masyarakat adat, hingga pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Papua dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa dan sagu merupakan salah satu aset strategis yang dapat menjadi fondasi kedaulatan pangan daerah,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan ekosistem sagu melalui perlindungan kawasan hutan sagu, pengembangan riset dan inovasi, serta peningkatan nilai tambah produk sagu agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurutnya, pengembangan sagu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga adat, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas lingkungan, hingga masyarakat.

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, maka sagu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat Papua,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba. Dalam kesempatan itu, Kakanwil menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Colo Sagu sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Papua.

Anthonius Mathius Ayorbaba menegaskan bahwa Kanwil Kementerian Hukum Papua siap memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat, termasuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pelestarian budaya, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis sagu.

Melalui Festival Colo Sagu 2026, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan memanfaatkan sagu secara berkelanjutan semakin meningkat, sehingga sagu tidak hanya menjadi simbol budaya Papua, tetapi juga menjadi fondasi kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan bagi generasi masa depan.

WhatsApp_Image_2026-06-19_at_21.27.59.jpeg

WhatsApp_Image_2026-06-19_at_21.32.20.jpeg

=============================
Transformasi Budaya Kerja
Hemat Energi
=============================

©2026
Tim Komunikasi Publik dan TI
Kanwil Kemenkum Papua

#NyamanBersama
#KitaMulaiCaraBaru
#KemenkumPapua#KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah

logo besar kuning
 
KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM
PROVINSI PAPUA
PikPng.com school icon png 2780725   Jl. Raya Abepura No.37 Jayapura
PikPng.com phone icon png 604605   Telp. (0967)586147 
PikPng.com email png 581646   Email Kehumasan
    kanwilpapua@kemenkum.go.id
PikPng.com email png 581646   Email Pengaduan
    papuapengaduan2022@gmail.com

 

facebook kemenkumham   twitter kemenkumham   instagram kemenkumham   linked in kemenkumham   Youtube kemenkumham   rss kemenkumham
logo besar kuning
 
KANWIL KEMENKUM
PROVINSI PAPUA


  twitter kemenkumham   instagram kemenkumham   Youtube kemenkumham   rss kemenkumham

  Jl. Raya Abepura No.37 Jayapura
PikPng.com phone icon png 604605   +62 813-4674-7744
PikPng.com email png 581646   kanwilpapua@kemenkum.go.id
PikPng.com email png 581646   humaswilpapua@gmail.com

Copyright © Pusat Data dan Teknologi Informasi
Kemenkumham RI