
Jayapura - Persekutuan Oikumene Umat Kristiani Kantor Wilayah Kementerian Hukum, HAM, Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi dan Dirjen Pemasyarakatan Papua mengadakan ibadah di Aula Humboldt Kanwil Kemenkum Papua, selasa(30/03/2026)
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Frits Soparue, S.Th., M.Ms yang menyampaikan Firman Tuhan dengan perikop dari Yohanes 3:16, Lukas 23:33-34 mengenai " Dari Salib Menuju Kebangkitan Kasih Sayang Menyelamatkan".
Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan dalam masa kesengsaraan paskah Peristiwa “Yesus Disalibkan” dalam Lukas 23:33-43 dan Yohanes 3:16 menjadi perenungan bagi kita sebagai orang percaya yang merayakan sedang dalam masa raya paskah di tahun 2026. Yesus disiksa, disakiti, diolok, dihina, diludahi, ditelanjangi, dibuat tak berdaya, hingga akhirnya disalibkan. Pada masa Yesus, penyaliban hanya dikhususkan untuk para budak yang melakukan kesalahan, dan penjahat yang terjahat." Ucap Pdt. Frits
Tapi saudaraku, di Salib Yesus di Golgota itu ada kasih yang besar. Di Golgota Yesus memberi pengampunan Kata kata pertama dari tujuh perkataan Yesus dikayu salib adalah sebuah Doa: “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Pengampunan itu bukan hanya berlaku bagi orang – orang Yahudi yang menjadi pelaku penyaliban Yesus tapi berlaku bagi kita semua." Ujar Pdt. Frits
Lebih lanjut Pdt. Frits juga menyampaikan bahwa Sebab Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)
Pengorbanan Yesus di Salib tidak dapat dinilai dengan apapun yang ada di dunia ini. Terlalu mahal dan sangat mahal untuk kita. Yesus yang sudah rela menanggung hukuman atas perbuatan dosa manusia ternyata masih memohon pengampunan bagi manusia.
Dengan hati beriman kita memandang pada Salib di Golgota dan hidup dalam pertobatan, ketaatan dan penyangkalan diri. Marilah kita menghayati kematian Yesus dengan penyesalan atas dosa dan pertobatan atas semua yang pernah kita lakukan. Ada orang-orang yang mau menjadikan Yesus sebagai juruselamat tapi tidak mengijinkan Yesus menjadi Tuhan atas hidupnya.
Saat ini, mari kita merenungkan betapa besar kasih yang telah dicurahkan Yesus bagi kita di kayu salib. Apakah kita telah menerima kasih-Nya dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Pada ibadah oikumene hari ini kita menyadari pengorbanan Kristus yang mulia, kasih Allah yang besar dan kitapun bertobat agar kasih Allah yang besar memperkenankan bersama Allah di Firdaus hari ini." Ucap Pdt. Frits Soparue, mengakhiri khotbahnya
Usai ibadah Kakanwil Kemenkum Papua Anthonius Mathius Ayorbaba dalam kesempatan ini menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena ibadah ini dapat terlaksana dengan baik.
" Mari kita yang telah beribadah hari ini jadikanlah Tuhan menjadi sumber kekuatan bagi hidup kita serta juga dalam pekerjaan kita".
Salib merupakan kemenangan bagi umat manusia sehingga manusia memperoleh kesempatan untuk bebas dari belenggu dosa dan kematian kekal. Tanpa salib dan darah Kristus yang tercurah tak mungkin kita diperdamaikan dengan Bapa di sorga.
Kita patut berbangga dan menghargai arti curahan darah Kristus yang kudus dari kayu salib. Karena pengorbanan yang agung ini, kita dibenarkan dan dikuduskan dari segala dosa." Ujap Kakanwil dalam sambutannya
Ibadah Persekutuan Oikumene ini menjadi momen penting bagi ASN kristiani di lingkungan Kanwil Kanwil Kementerian Hukum, HAM, Ditjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Papua untuk mempererat hubungan dengan Tuhan dan memohon berkat-Nya dalam menjalankan tugas.(HUMAS KEMENKUM PAPUA)






#KementerianHukum
#KemenkumPapua
#KanwilKemenkumPapua
#LayananHukumMakinMudah
#NyamanBersama
