
Jayapura, 25 Juni 2026 – Membangun kemajuan daerah tidak dapat dilakukan secara terpisah atau sendiri; dibutuhkan jalinan kerja yang sama yang kokoh, terstruktur, dan saling memperkuat antara pemerintah, dunia pendidikan tinggi, dan masyarakat luas. Hal ini menjadi inti pemikiran yang disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Papua, Anthonius M. Ayorbaba, dalam kegiatan Penguatan Kerjasama Perguruan Tinggi Swasta dengan Mitra yang diadakan di Ballroom Hotel Grand Abepura, Lantai 7, Kota Jayapura.(25/6)
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XIV, Yogi Murwanto, mewakili Kepala LLDIKTI dan menegaskan bahwa kerja sama telah menjadi persyaratan mutlak dalam penilaian kinerja dan akreditasi perguruan tinggi. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Kemenkumham Papua yang telah membantu melindungi karya ilmiah dan hasil penelitian kampus melalui jalur hukum. Saat ini kami mendorong seluruh institusi untuk membuka diri, baik menjalin kemitraan dengan universitas ternama dalam negeri seperti UI dan UGM, dengan perguruan tinggi di luar negeri seperti Malaysia, maupun dengan industri dunia. Kami juga menyiapkan formulir kebutuhan agar dukungan yang diberikan tepat sasaran dan mendorong menuju kampus predikat unggul,” ujarnya. (25/6)
Dalam paparan utamanya, Kakanwil Anthonius M. Ayorbaba merumuskan kerangka kerja sama strategi yang jelas dan menyeluruh. “Sinergi yang kita bangun harus berlandaskan tiga pilar utama: Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, Perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi, serta Masyarakat sebagai penerima manfaat akhir dari seluruh hasil pembangunan. Tujuannya agar lahir regulasi yang berkualitas, inovasi yang terlindungi secara hukum, kebijakan yang berbasis data dan penelitian, serta melahirkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing,” tegas Ayorbaba.
Ayorbaba menjelaskan bahwa konsep ini telah diterapkan di lingkungan kerja melalui inovasi bernama TIFA, singkatan dari Transformasi, Improvement, Visibility, dan Aktualisasi. Nama ini dipilih agar selaras dengan musik lokal Papua, di mana tifa adalah alat musik pemersatu yang mengajak semua bergerak dalam satu irama dan tujuan. “Inovasi ini menjadi landasan kerja kami, sehingga setelah meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada tahun 2025, kami terus berbenah untuk melangkah lebih tinggi menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” tambahnya.
Kakanwil Ayorbaba juga menyampaikan bentuk dukungan nyata yang telah diberikan dan siap didukung. Kanwil mendampingi proses penggabungan lembaga pendidikan, memberikan pendampingan hukum untuk pembukaan program studi baru, serta izin memfasilitasi dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual atas seluruh hasil karya dan penelitian yang dihasilkan oleh sivitas akademika. Sebagai contoh nyata, pembukaan Program Studi Magister (S2) Kenotariatan dan persiapan pembukaan Program Doktor (S3) di Hukum Universitas Cenderawasih mendapatkan pendampingan Fakultas penuh dari jajaran Kanwil.
Namun, ia juga menyampaikan tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama. “Antusiasme tinggi yang terlihat dari jumlah mahasiswa baru Fakultas Hukum UNCEN yang mencapai 500 orang harus segera diimbangi dengan ketersediaan fasilitas, mutu pengajaran, dan perencanaan ke depan. Jika kita hanya menerima mahasiswa dalam jumlah besar tanpa memikirkan kualitas proses belajar dan kemana lulusannya nanti akan terserap, maka yang terjadi hanyalah antrean rendah terdidik dan potensi ketidakpuasan sosial yang berulang kali terjadi di Papua,” ujarnya dengan nada mengingatkan.
Ayorbaba menekankan, tidak ada orang yang tidak mampu atau bodoh, yang ada hanyalah perbedaan dalam memperoleh akses informasi dan keinginan untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman. “Saya sendiri membuktikannya: banyak alumni pendidikan kedinasan yang kini menduduki jabatan strategis karena terus mengembangkan diri. Kemenkum pun kini menyiapkan empat program studi baru untuk mencetak tenaga ahli hukum sesuai kebutuhan masa depan,” jelasnya.
Menutup paparannya, Kakanwil menegaskan kesiapan penuh menjadi mitra strategis. “Kami membuka pintu seluas-luasnya. Kapan saja perguruan tinggi mengundang kami untuk berbagi ilmu, mendampingi proses hukum, atau membahas pengembangan kurikulum, kami siap hadir. Mari kita saling melengkapi keunggulan masing-masing. Dengan kolaborasi, inovasi, dan integritas, hukum melindungi karya kita, ilmu memajukan daerah kita, dan sinergi ini membawa kesejahteraan bagi generasi Papua menuju Indonesia Emas,” tutupnya. (*)
==============
Transformasi Budaya Kerja
Hemat Energi
==============
©2026
Tim Komunikasi Publik dan TI
Kanwil Kemenkum Papua
#NyamanBersama
#KitaMulaiCaraBaru
#KemenkumPapua #KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah
