
Jayapura – Festival Colo Sagu (FCS) 2026 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian L. Sohilait, di Lapangan Parkir Kantor DPR Papua, Kota Jayapura, Minggu (21/06/2026). Penutupan festival yang mengusung tema “Sagu Menghidupi: Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi” ini juga turut menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba, bersama unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Dalam berbagai hal, Sekda Papua menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk menjadikan sagu sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Menurutnya, sagu merupakan identitas masyarakat Papua yang telah diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad dan memiliki nilai strategis, baik sebagai sumber pangan, budaya, maupun pelestarian lingkungan.
“Sagu bukan hanya makanan, tapi simbol kebersamaan, ketahanan, dan kearifan lokal di tanah Papua,” ujar Christian Sohilait.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan hutan sagu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem karena mampu menyerap udara dan melindungi lingkungan alam Papua. Oleh karena itu, pelestarian sagu harus menjadi tanggung jawab bersama sebagai warisan budaya dan ekologis yang bernilai tinggi.
“Sagu adalah warisan ekologis yang menjaga warisan alam sehingga menjadi warisan abadi. Sagu menyerap udara dan menjaga ekosistem,” tambahnya.
Christian menegaskan bahwa tema Festival Colo Sagu 2026 mengusung pesan kuat agar sagu tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
“Sagu harus kita jadikan sebagai pilar ekonomi,” tegas Sekda Papua.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen melaksanakan berbagai program pemberdayaan sagu, mulai dari budidaya berkelanjutan, pelatihan teknologi pengolahan sagu, penguatan kemitraan dengan akademisi, hingga promosi produk dan penyelenggaraan festival secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba, menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya Festival Colo Sagu 2026 yang dinilai menjadi wadah penting dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan sagu sebagai identitas masyarakat Papua.
Menurutnya, keberadaan sagu harus terus dijaga dan dikembangkan karena memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi masyarakat.
“Melalui Festival Colo Sagu ini, saya mengajak pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan sagu sebagai sumber kehidupan orang Papua. Sagu bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Ayorbaba.
Festival Colo Sagu 2026 menjadi ajang promosi, edukasi, dan pelestarian sagu sebagai salah satu kekayaan budaya Papua. Berbagai kegiatan yang digelar selama festival berhasil memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dengan berakhirnya Festival Colo Sagu 2026, diharapkan semangat pelestarian dan pengembangan sagu terus tumbuh sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua sekaligus menjaga kerinduan lingkungan untuk generasi mendatang.




==============
Transformasi Budaya Kerja
Hemat Energi
==============
©2026
Tim Komunikasi Publik dan TI
Kanwil Kemenkum Papua
#NyamanBersama
#KitaMulaiCaraBaru
#KemenkumPapua
#KementerianHukum
#Pastitifa #LayananHukumMakinMudah
