
Jayapura – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba, didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum Slamet Iman Santoso beserta jajaran menghadiri Seminar Nasional Sagu Papua 2026 yang diselenggarakan di Ruang Auditorium II Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Colo Sagu 2026 dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Festival tersebut diinisiasi oleh Founder Yayasan Colo Sagu sekaligus Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, bersama Co-Founder Michael Jhon Yarisetouw, sebagai upaya mengangkat kembali nilai strategis sagu bagi kehidupan masyarakat Papua.
Seminar Nasional Sagu Papua 2026 menjadi wadah diskusi dan pertukaran gagasan dari berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan, pelestarian, serta pemanfaatan sagu sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai budaya, ekonomi, dan ketahanan pangan bagi Papua.
Gubernur Papua yang diwakili oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Papua, Dr. Andry, S.IP., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Papua terhadap pelaksanaan seminar dan Festival Colo Sagu yang telah berlangsung secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, sagu memiliki keunikan tersendiri dibandingkan komoditas unggulan lainnya di Indonesia. Keunggulan sagu Papua tidak hanya terletak pada jumlah produksi, tetapi juga pada nilai budaya dan sejarah yang melekat erat dalam kehidupan masyarakat adat Papua secara turun-temurun.
“Sagu merupakan bagian dari identitas masyarakat Papua. Komoditas ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial, budaya, maupun ekonomi masyarakat. Karena itu, yang terpenting bukan hanya bagaimana mengembangkan sagu, tetapi juga bagaimana mempertahankan keberadaannya agar tetap lestari di masa depan,” ujarnya.
Dr. Andry juga menekankan pentingnya membangun gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sagu di Papua.
Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti pada tataran diskusi semata, melainkan mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata yang dapat menjadi dasar kebijakan serta program pengembangan sagu ke depan.
“Harapan kami, seminar ini dapat memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan dan pelestarian sagu di Papua. Kita tidak hanya berbicara tentang pengembangan, tetapi juga bagaimana mempertahankan komoditas unggulan yang menjadi warisan budaya masyarakat Papua,” tambahnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba, menyampaikan bahwa kehadirannya dalam Seminar Nasional Sagu Papua 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian dan pengembangan sagu sebagai salah satu kekayaan budaya dan sumber pangan masyarakat Papua.
Menurutnya, sagu memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk-produk berbasis sagu yang bernilai tambah.
“Kami mendukung penuh berbagai upaya pelestarian dan pengembangan sagu. Selain sebagai warisan budaya, sagu juga memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar Anthonius.
Dalam rangkaian kegiatan seminar, dilakukan pula prosesi Colo Sagu secara simbolis oleh Founder Yayasan Colo Sagu sekaligus Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, bersama Co-Founder Michael Jhon Yarisetouw, Kakanwil Kemenkum Papua Anthonius Mathius Ayorbaba, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Papua Dr. Andry, serta Wakil Rektor Universitas Cenderawasih, Ferdinand Risamasu, S.E., M.Sc., Agr. dan tamu undangan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber, yakni Dr. Andry yang mewakili Gubernur Papua dan Dr. Barnabas Suebu, tokoh Papua yang memberikan pandangan mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan sagu sebagai identitas budaya dan aset strategis pembangunan Papua.
Melalui Seminar Nasional Sagu Papua 2026, diharapkan semakin tumbuh kesadaran dan komitmen bersama untuk menjaga, melestarikan, serta mengembangkan sagu sebagai sumber kehidupan masyarakat Papua yang mampu mendukung ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan keberlanjutan budaya bagi generasi mendatang.






=============================
Transformasi Budaya Kerja
Hemat Energi
=============================
©2026
Tim Komunikasi Publik dan TI
Kanwil Kemenkum Papua
#NyamanBersama
#KitaMulaiCaraBaru
#KemenkumPapua#KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah
