
Jayapura, 22 Juni 2026 – Sebuah perubahan bersejarah dan menjadi tidak penting kemajuan pendidikan hukum di Tanah Cenderawasih resmi dibahas hari ini. Dekan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Yustus Pondayar, SH, MH bersama Ketua Pengurus Wilayah Papua Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil Papua INI) Samuel Sera Chadi Erari, SH, M.Kn mengadakan pertemuan strategis dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius M. Ayorbaba. Pertemuan berlangsung secara resmi dan tertib di Ruang Kerja Kakanwil, beralamat Jln. Raya Abepura Nomor 37 Kota Raja, Kota Jayapura, Papua.
Dalam menerima rombongan, Kakanwil Anthonius M. Ayorbaba didampingi langsung oleh Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Madya Ruben K Samay, Kepala Bidang Administrasi Hukum Umum (AHU) Muhammad Ilham, dan Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Muda Manutur Simbolon. Suasana berlangsung hangat namun penuh keseriusan, membahas persiapan matang untuk penyusunan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Cenderawasih dan Kanwil Kementerian Hukum Papua. Inti dari kerja sama ini adalah membuka penyelenggaraan Program Studi Magister (S2) Kenotariatan di lingkungan Fakultas Hukum UNCEN mulai tahun 2026.
Dekan Fakultas Hukum UNCEN, Dr. Yustus Pondayar, SH, MH menyampaikan pernyataan resminya dengan tegas dan penuh harapan: “Fakultas Hukum UNCEN memberikan penuh dan tanpa ragu dukungan terhadap pendirian Prodi S2 Kenotariatan ini. Ini bukan membuka kemungkinan baru, melainkan panggilan atas panggilan sejarah dan kebutuhan masyarakat Papua. Selama ini putra-putri kita harus merantau jauh ke luar pulau dengan biaya besar dan waktu yang lama untuk menempuh pendidikan ini. Kini, dengan hadirnya prodi ini, akses pendidikan hukum tingkat lanjut menjadi dekat, terjangkau, dan tetap mengacu pada standar nasional sekaligus memadukan kearifan lokal serta kebutuhan hukum khas wilayah kita.”
Pembukaan prodi ini solusi menjadi atas pembatasan akses pendidikan kenotariatan di Wilayah Timur Indonesia. Melalui kerja sama ini, UNCEN sebagai perguruan tinggi kebanggaan daerah siap menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara teori dan praktik hukum, tetapi juga memahami konteks sosial budaya serta perlindungan hak ulayat masyarakat adat.
Kakanwil Ayorbaba menyambut baik gagasan ini dan menegaskan dukungan penuh jajarannya. “Ini menjadi tonggak baru yang maknanya dalam: kami tidak hanya hadir mengatur dan melayani, tapi ikut menyiapkan SDM yang akan mengembangkan sistem hukum ini dari dalam, oleh putra daerah, untuk kepentingan daerah,” tegasnya. Sementara itu Ketua Pengwil Papua INI, Samuel Sera Chadi Erari juga menyatakan siap berperan sebagai mitra praktisi, memberikan pengalaman lapangan dan standar profesi yang sesuai perkembangan zaman.
Dengan adanya Prodi S2 Kenotariatan ini, rantai pendidikan hingga penerapan hukum menjadi lebih terpadu. Harapannya, dalam waktu singkat Papua memiliki kader ahli kenotariatan sendiri yang tertanam kuat pada identitas budayanya, mampu mendukung iklim investasi, melindungi hak masyarakat, serta mewujudkan semangat “Papua membangun dirinya sendiri” menuju visi Papua Maju dan Sejahtera yang berkeadilan. (*)


==============
Transformasi Budaya Kerja
Hemat Energi
==============
©2026
Tim Komunikasi Publik dan TI
Kanwil Kemenkum Papua
#NyamanBersama
#KitaMulaiCaraBaru
#KemenkumPapua #KementerianHukum #LayananHukumMakinMudah #Pastitifa #menujuwbbm2026
