Kabar Kantor Wilayah

Indeks Berita Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI

Featured

ALLAH HADIR UNTUK KELUARGA PAPUA: PERSEKUTUAN OIKUMENE EMPAT KANWIL GELAR IBADAH NATAL, INSPIRASI KEPEDULIAN BERJADI TINDAKAN

612184531_1973604213217243_2950923766020092242_n.jpg
 
HUMAS PAPUA INFO – Kanwil Kemenkum Papua, Kanwil Ditjen Imigrasi, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan, dan Perwakilan Kanwil Kementerian HAM Papua Barat menggabungkan langkah dalam Ibadah Natal Persekutuan Oikumene yang penuh makna, dengan tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Mat. 1:21-24)" dan subtema "Melalui Natal Persekutuan Oikumene, kita wujudkan Kepedulian dan Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat di Tanah Papua". Acara yang juga dirangkaikan dengan sukacita menyambut Tahun Baru 2026 ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga titik tolak untuk kerja sama nyata antar lembaga dalam melayani masyarakat.
 
Dalam pembukaan ibadah, Pastor John Bunay, Pr, dengan gaya yang lugas dan mendalam, mengutip ayat inti Matius 1:21—"Dia akan diberi nama Yesus, karena Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka"—yang diartikan secara kontekstual untuk tanah Papua. Menurutnya, kehadiran Allah bukan hanya pesan spiritual semata, tetapi juga panggilan untuk menjaga keharmonisan keluarga dan komunitas Papua, yang merupakan unit dasar saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari.
"Jadi kasih Allah hadir, Yesus hadir di malam yang kudus. Supaya apa? Reinstall ulang? Kau lihat saya? Kau lihat Bapa? Reinstall ulang cara melihat? Reinstall ulang pemikiran, kau dengar saya? Kau dengar Bapa. Kau dalam Saya, Saya dalam kau, kau bersama saya adalah Bapa. Amin," tegas Pastor John dalam ceramahnya. Ia menjelaskan bahwa Firman Allah yang adalah Roh menjadi daging dalam bentuk Yesus karena target utama Allah adalah menyelamatkan manusia berdosa. "Begitu besar kasih Allah untuk mengembalikan citra-Nya ke dalam diri manusia. Tidak bisa rasul, tidak bisa nabi, tidak bisa siapapun, hanya oleh Anak Allah Yesus namanya yang dapat menyembuhkan dan memulihkan," tambahnya.
 
Pastor John juga menyampaikan cerita pribadi tentang kepedulian, mengingatkan para Jemaat tentang pentingnya tindakan nyata. "Perbuatan kasih : saya senang sekali Kakanwil Papua kirim saya 1 video, tentang bantuan ke Humania, kami sudah tahu di Natal pasti bapak datang lagi. Tuhan Menaruh kami di hati Bapak Kakanwil. Terima kasih banyak kementerian kalian berbuat sesuatu, meninggalkan tanda, meninggalkan untuk orang yang membutuhkan, kalian menemukan Kristus. Kita menjadi lilin kecil saja dalam hati orang, mereka akan ingat kita. Amin, Tuhan mengasihi kita. Itu bukan soal bicara atau pikir; Aku datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Ketika Aku lapar, engkau beri makan; ketika Aku haus, engkau beri Aku minum; ketika Aku telanjang, engkau beri Aku pakaian," ujarnya, mengutip ajaran Yesus. Ia juga menyebutkan Yayasan Tuna Netra Humania di Polimak 2 Kota Jayapura yang membutuhkan kanopi dan pendopo sebagai bukti nyata kebutuhan para tuna netra di yayasan tersebut yang harus ditanggapi.
 
Dalam bagian ceramah yang mendalam, Pastor John mengajak peserta untuk merenungkan kelahiran Yesus di tempat yang sederhana. "Mother Theresa dari Kalkuta bilang kalau engkau membawa persembahan pergi ke palungan, tidak usah engkau berpikir tentang 5.000 atau berapa ribu yang ada di kantongmu. Tapi waktu engkau angkat keluar dan engkau bawa ke persembahan, sebelum engkau taruh persembahan, tanya pada bayi kecil itu: 'Kenapa kau tinggalkan surga dan lahir di kandang hina, dibungkus dengan kain lapin? Di sana tidak ada rumah sakit kah? Di sana tidak ada bidan desa yang bisa tolong engkau?' Bayi kecil itu tersenyum dan bilang: 'Kalau Aku tidak lahir di tempat yang terhina, engkau tidak akan pernah tahu jalan ke surga.' Itulah sebabnya Yesus bilang: 'Aku lahir jalan, kebenaran, dan hidup; akan jemput bersama—Dialah,'" jelasnya.
 
Pastor John juga menekankan pentingnya menyimpan Firman Allah dalam hati. "Nanti Firman yang sesungguhnya akan datang. Paling kurang lihat tanda-tanda zaman yang terjadi sekarang : bencana di mana-mana, semua tidak ada sesuatu yang bisa dipegang. Hari ini yang bisa dipegang hanya Firman. Firman yang bisa dipegang. Maka di rumah engkau baca, renungkan Firman ini dengan baik-baik; jangan nanti ada di ruang ICU begini baru taruh Alkitab di kepalamu. Hari ini baca Kitab Suci; renungkan Firman, simpan di dalam hati. Hanya Firman saja yang bisa melihat mukjizat. Amin," katanya. Ia juga mengingatkan bahwa "Alkitab ini akan hilang pada waktunya, dan kita tidak bisa mengandalkan handphone atau sinyal, selain nama Yesus, nama yang berkuasa di langit dan di bumi, pengampunan bagi yang percaya padanya."
 
Ketua Panitia Natal, Victor Lucky Maturbongs, yang juga menjabat sebagai Kabag Tata Usaha dan Umum, menegaskan dalam laporan pembukanya bahwa semangat oikumene tercermin kuat dalam kerja sama antar keempat kanwil, yang menjadikan Natal sebagai momentum untuk memperkuat sinergi. "Kita tidak hanya berkumpul untuk beribadah, tetapi juga untuk menyatukan visi: menjadikan pelayanan sebagai wujud kasih yang sesuai dengan ajaran Natal," ujarnya.
 
Sementara itu, Kakanwil Kemenkum Papua, Anthonius M. Ayorbaba, menegaskan bahwa para peserta sepakat untuk menerjemahkan inspirasi kelahiran Yesus menjadi aksi nyata: membantu masyarakat yang membutuhkan, memperbaiki akses layanan publik, dan menjaga keadilan di tanah Papua. Bukti nyata dari kepedulian ini adalah bantuan yang diberikan oleh jajaran keempat kanwil untuk Yayasan Tuna Netra Humania, yang akan digunakan untuk membangun kanopi dan pendopo bagi para tuna netra di sana.
 
"Kelahiran Yesus mengajak kita untuk menjadikan pelayanan sebagai bentuk kepedulian," ujar Kakanwil Kemenkum Papua, Anthonius M. Ayorbaba. "Dengan kerja sama antar kanwil, kita harapkan keluarga dan masyarakat Papua merasa dilindungi, didukung, dan diselamatkan dari berbagai tantangan yang mereka hadapi."
Ketua Oikumene, Ruben K Samai, berharap ibadah ini menjadi titik awal untuk program kolaboratif pelayanan masyarakat di tahun mendatang. "Kita berharap sinergi ini terus berlanjut, tidak hanya pada saat Natal, tetapi sepanjang tahun untuk kesejahteraan masyarakat Papua," tutupnya. (***)
 
610772803_1973605243217140_5955541601163342828_n.jpg
 
613002893_1973603356550662_2533100817908299239_n.jpg
 
LAPORAN TIM HUMAS KANWIL KEMENKUM PAPUA
Twitter : @kanwilpapua
IG. : humaskemenkumpapua
FB : Humas Kemenkum RI
logo besar kuning
 
KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM
PROVINSI PAPUA
PikPng.com school icon png 2780725   Jl. Raya Abepura No.37 Jayapura
PikPng.com phone icon png 604605   Telp. (0967)586147 
PikPng.com email png 581646   Email Kehumasan
    kanwilpapua@kemenkum.go.id
PikPng.com email png 581646   Email Pengaduan
    papuapengaduan2022@gmail.com

 

facebook kemenkumham   twitter kemenkumham   instagram kemenkumham   linked in kemenkumham   Youtube kemenkumham   rss kemenkumham
logo besar kuning
 
KANWIL KEMENKUM
PROVINSI PAPUA


  twitter kemenkumham   instagram kemenkumham   Youtube kemenkumham   rss kemenkumham

  Jl. Raya Abepura No.37 Jayapura
PikPng.com phone icon png 604605   +62 813-4674-7744
PikPng.com email png 581646   kanwilpapua@kemenkum.go.id
PikPng.com email png 581646   humaswilpapua@gmail.com

Copyright © Pusat Data dan Teknologi Informasi
Kemenkumham RI